• Home
  • Cara Fermentasi Jerami Basah Sebagai Bahan Pakan
Cara fermentasi jerami basah

Cara Fermentasi Jerami Basah Sebagai Bahan Pakan

Cara fermentasi jerami basah begi seluruh peternak Indonesia. Halo para pembaca, terutama untuk para peternak. Bagaimana apakah persediaan pakan musin panas seperti saat ini masih tersedia sepenuhnya. Jika peternak ada masalah maka peterak dapat menggunakan jerami.

Apakah boleh menggunakan jerami yang baru habis panen setelah ambil bijinya. Ya tentu boleh dong teman-teman, peternak mau menggunakan jerami basah atau kering tidak masalah sebagai bahan pakan. Asalkan jerami yang peternak gunakan harus difermentasi ya.

Peternak bingung fermnetasi jerami bagaimana? Tenang dalam artikel kali ini kita akan mempelajarai tentang cara fermentasi jerami basah sebagai bahan pakan.

Cara Fermentasi Jerami Basah

Di pedesaan, mencari jerami saat musim panen padi adalah hal yang biasa. Petani tidak hanya bertani, tetapi juga memelihara ternak. Jerami merupakan sumber pakan yang penting bagi hewan ternak dan salah satu persediaan pakan yang membantu para peternak, terutama ketika stok pakan lainnya menipis.

Hanya saja, jerami padi tidak hanya memiliki kualitas yang rendah, tetapi juga menyimpan serat kasar serta protein dan daya cerna yang rendah. Kali ini fermentasi jerami basah.

1. Alat dan Bahan

Ketika ternak ingin menghasilkan pakan dari jerami basah. Peternak harus menyesuaikan apa bahan utama yang akan digunakan beserta dengan alatnya. dibawah inilah alat dan bahan yang dibutuhkan nanti saat fermentasi jerami basah:

  • Jerami basah dengan kadar air yang hanya berasal dari sawah langsung.
  • Alat bantu manual mesin pencacah jerami atau alat pemotong lainnya.
  • tempat untuk meyimpan jerami basah saat fermentasi alaskan tarpal pada bagian bawah tanah atau semen.
  • Buatkan campuran urea dan alat penyemprot plastik
  • Ember, karung atau drum.

2. Proses Fermentasi Jerami Basah

Peternak memberikan pakan fermentasi jerami basah kisaran 6-8 kilogram per ekor hewan ternak dalam satu hari tergantung dengan berat badan hewan yang diberikan jerami fermentasi tersebut.

kita akan memberi hewan ternak jerami padi basah yang difermentasi, yang akan menjadi sumber serat utama saat tumbuhan hijauan menipis bukan disaat itu saja tapi juga bisa sebagai makanan penggati untuk selang seling agar sapi tidak bosan dengan pakan hijauan.

  1. jerami basah dengan kadar air asli dari sawah. potong-potongkannya  sepanjang 7-10 sentimeter (bisa sesuai kemauan anda tapi ingat jangan terlalu panjang)
  2. Kemudian, proses pemotongan jerami basah terserah anda mau menggunakan mesin atau alat tajam lainnya.
  3. Tumpukan jerami yang sudah terpotong tersebut pada tempat yang tersedia dengan ketinggian 15-20 cm
  4. Selanjutnya, tambahkan pupuk urea dan probiotik dengan menyemprotkannya diatas pemukaan jerami basah yang sudah terpotong, sesuai ukuran kira-kira 5 kilogram untuk tiap satu ton jerami padi.
  5. Lakukan penumpukka jerami basah kedua dan lakukan hal yang sama hingga timbunan jerami padi setebal 1 sentimeter dan proses ini terus berlaku sehingga jeraminya selesai.
  6. Bentangkan tarpal sebagai alat penutup jerami selama proses fermentasi atau penutup lainnya.
  7. Diamkan pakan fermentasi jerami basah selama 21 hari untuk hasil yang maksimal.

Itulah teman-teman sekiranya cara fermentasi jerami basah untuk sapi dan hewan ternak rimunansia lainnya. Mudah dan dapat dilakukan dimanpun lo teman-teman. Bahan dan alatnya juga mudah kita dapatkan dipasar atau tempat tinggal sekitar.

Kesimpulan

Ada juga fermentasi jerami basah dengan cara menjemurkan jerami yang sudah difermentasi.Kita keringkan timbunan jerami padi yang sudah fermentasi dibawah sinar matahari.

Terus selanjutnya, kita diamkan jerami basah fermentasi sampai agak kering jeraminya itu. Setelah kering, jerami basah fermentasi ini dapat di berikan kepada hewan ternak sebagai pengganti pakan hijauan segar. Semoga isi artikel ini membantu.