Bisnis peternakan sapi merupakan bisnis yang dapat dijadikan investasi karena bersifat jangka panjang. Hal tersebut juga disebabkan oleh permintaan susu dan daging di Indonesia yang semakin meningkat. Mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam yang tentu saja saat Idul Adha harga sapi akan melonjak.
Bisnis Peternakan Sapi

Bisnis petarnakan sapi dapat dikatakan susah-susah mudah dalam mengelolanya. Dikatakan seperti itu karena mengelola bisnis peternakan sapi memerlukan tenaga ekstra, modal, dan tentu saja waktu. Waktu yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis ini tidak sebentar, dibutuhkan sekitar 3 tahun untuk sapi siap potong.
Jika bisnis ini dijalankan dengan sungguh-sungguh, tentu saja hasil yang didapat juga akan maksimal serta memberikan keuntungan yang tidak sedikit jumlahnya. Usaha peternakan akan sangat menjanjikan bahkan untuk 10 tahun ke depan.
Persiapan
Dalam memulai bisnis ini, banyak hal yang perlu Anda persiapkan. Seperti menyiapkan lokasi kandang, jenis usaha atau sapi yang akan ditawarkan, dan masih banyak lagi. Berikut adalah beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum memulai bisnis peternakan sapi:
1. Pemilihan Lokasi Bisnis Peternakan Sapi.
Hal pertama yang harus dipersiapkan dalam bisnis ini adalah pemilihan lokasi. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan lokasi kandang:
-
Iklim dan Cuaca
Perhatikan iklim dan cuaca pada lokasi yang akan anda pilih. Lokasi yang akan dijadikan kandang harus memiliki iklim dan cuaca yang sesuai dengan jenis sapi yang akan anda ternakan. Perhatikan curah hujan, kelembaban, serta suhu pada lokasi yang anda pilih. Lokasi kandang yang sesuai akan meningkatkan kesejahteraan ternak, loh.
-
Ketersediaan Pakan
Pilihlah lokasi yang dekat dengan sumber pakan ternak. Lokasi kandang harus memiki kases yang mudah dalam mendapatkan pakan hijau. Jika ketersediaan pakan memadai, gizi pada hewan ternak anda akan terpenuhi serta tidak kekurangan nutrisi.
-
Akses Air Bersih
Akses menuju air bersih juga sangat diperlukan. Dalam pengelolaan bisnis ini, tentu membutuhkan banyak air bersih. Oleh karena itu, lokasi yang anda pilih harus memiliki akses pada air bersih yang mudah.
-
Drainase yang Baik
Drainase yang baik akan mencegah genangan di sekitar peternakan anda serta kebersihan akan lebih terjaga.
-
Akses Transportasi
Pastikan lokasi yang anda pilih memiliki akses kendaraan besar seperti truk. Hal itu bertujuan untuk mempermudah dalam mendistribusikan hewan ternak anda.
-
Kesehataan Ternak Sekitar
Carilah informasi tentang kesehatan hewan ternak yang ada disekitar lokasi. Semakin banyak hewan yang terkena penyakit, maka peluang penularan juga semakin besar, begitupun sebaliknnya.
-
Regulasi dan Perizinan
Pastikan anda mendapatkan perizinan dari pemerintah setempat untuk memastikan kepatuhan.
-
Konsultasi dengan Ahli
Konsultasikan dengan ahli peternakan seperti sarjana peternakan atau yang lainnya. Dengan itu, anda juga akan mendapatkan penyuluhan peternakan serta pandangan yang lebih luas tentunya.
-
Analis Pemasaran
Pahami permintaan pasar serta harga di daerah lokasi peternakan anda. Hal ini sangat penting untuk memudahkan penjualan produk serta untuk mendapatkan bibit sapi baru.
2. Penentuan Infrastruktur Bisnis Peternakan Sapi
Pengelolaan pada bisnis ini harus dilakukan dengan profesional. Anda harus memiliki perencanaan untuk mengembangkan bisnis yang anda miliki. Berikut adalah pedoman penting dalam penentuan infrastruktur yang optimal dan efisien:
-
Perencanaan Awal
Tentukan jumlah sapi yang akan anda ternakan. Pilihlah tempat yang strategis untuk memulai bisnis peternakan anda serta rencanakan strategi bisnis yang akan anda gunakan. Perencanaan strategi bisnis akan membantu anda menentukan jumlah biaya yang akan dikeluarkan dan jenis infrastruktur yang diperlukan.
-
Desain Kandang Ternak
Buatlah kandang peternakan anda senyaman mungkin agar sapi yang dipelihara akan berkualitas. Ruangan yang dibuat harus memungkinkan para sapi bergerak dengan nyaman dan aman. Ventilasi udara juga harus diperhatikan untuk menjaga suhu dalam kandang.
-
Area Pakan
Salah satu bagian yang harus dirancang dengan baik adalah pada area pakan. Pastikan area pakan mudah diakses yang dapat memudahkan sapi serta memudahkan dalam pembersihan.
3. Manajemen Kesehatan Ternak
Sapi yang tidak sehat akan mengalami penurunan kualitas dan tentu saja pengurangan harga jual. Oleh karena, menjaga kesehatan sapi sangatlah penting guna menjaga kualitas dan mempertahankan keuntungan. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan sapi, berikut adalah beberapa contohnya:
-
Isolasi Sapi Sakit
Hal itu bertujuan untuk menjaga sapi lain yang tidak terkena penyakit tetap aman dari penularan. Isolasi sapi sakit juga bertujuan untuk memberikan perawatan khusus kepada sapi, tentu saja perawatan pada sapi sakit dan sehat akan berbeda.
-
Kebersihan Kandang
Perhatikan kebersihan kandang anda, lakukan pembersihan secara rutin dan berkala. Kandang yang kotor dan tidak terjaga memiliki peluang besar untuk menjadi sarang penyakit yang tentu mengancam kesehatan sapi. Pastikan kandang tidak terlalu lembab, bebas dari lalat dan nyamuk.
-
Pengaturan Waktu Makan
Waktu makan pada sapi juga harus diperhatikan guna menjaga kesehatan sapi. Pemberian pakan pada sapi dilakukan sehari 3 kali. Jam pemberian pakan sapi juga sebaiknya disesuaikan, yaitu pukul 8 pagi, pukul 12 siang, dan pukul 5 sore.
4. Pakan pada Bisnis Peternakan Sapi
Pemberian pakan dan gizi pada sapi tentunya membutuhkan takaran yang tepat agar sapi dapat tumbuh sehat, gemuk, serta menghasilkan daging yang berkualitas. Pakan ternak yang berkualitas akan sangat berpengaruh dalam pertumbuhan. Berikut adalah jenis-jenis pakan sapi:
-
Pakan Hijau
Pakan hijau adalah makanan utama pada sapi dikarenakan memiliki kandungan gizi tinggi serta mengandung nutrisi yang diperlukan oleh sapi. Gunakan alat pencacah rumput untuk memudahkan sapi. Alat pencacah rumput akan membantu pencernaan sapi dan mencegah sapi tersedak.
Baca juga: Bisnis Pakan Ternak Sapi: Strategi Kesehatan dan Produktivitas
Jenis hijauan yang direkomdasikan adalah bagian tumbuhan yang belum berbunga. Karena tumbuhan yang belum berbunga adalah tanaman yang masih muda sehingga mudah dicerna oleh sapi. Pakan yang mudah dicerna akan meningkatkan palabilitas sapi.
-
Pakan Konsentrat
Pakan konsentrat atau pakan buatan adalah campuran dari beberapabahan pakan yang akan melengkapi kebutuhan nutrisi sapi. Serat pada jenis pakan ini adalah serat kasar yang rendah yaitu kurang dari 18%. Hal tersebut membuat pakan konsentrat menjadi pakan yang lebih mudah dicerna jika dibandingkan dengan pakan hijau.
5. Pemasaran pada Bisnis Peternakan Sapi
Ada beberapa metode penjualan sapi dari peternakan anda, salah satunya adalah dengan metode penjualan langsung. Berikut adalah metode-metode yang dapat digunakan untuk pemasaran sapi:
-
Penjualan Langsung
Menjual sapi secara langsung kepada konsumen atau pedagang lokal.
-
Media Sosial
Gunakan platform media sosial untuk menjual dan berinteraksi dengan calon pembeli.
-
Pasar Hewan atau Pasar Tradisional
Bekerjasamalah dengan para pedagang dari pasar tradisional dan pasar hewan.
-
Kemitraan
Bangun kemitraan dengan peternak lain atau pengepul untuk mendapatkan jangkauan pasar yang luas.
Pakan Alternatif pada Bisnis Peternakan Sapi
Jika pakan sapi mengalami keterbatasan maka jalan yang bisa diambil adalah dengan memilih pakan alternatif. Pakan alternatif biasanya dibuat dari limbah pertanian dan perkebunan. Berikut adalah contoh-contohnya:
1. Pakan Fermentasi
Cara pembuatan pakan fermentasi adalah dengan mengawetkan dedaunan kering, contohnya daun pisang kering, jerami, dan pohon jagung kering. Jerami yang difermentasikan akan meningkatkan kandungan protein yang dimiliki, yaitu yang sebelumya 5,36% menjadi 6,78%.
2. Bungkil Inti Sawit
Jenis pakan ini dapat diperoleh dari proses expeller yaitu proses pemisahan minyak dari sawit. Bungkil inti sawit dapat menghasilkan kandungan protein yang tinggi yaitu 15,78% hingga 17,19%.
3. Daun dari Kelapa Sawit
Daun kelapa sawit dapat dijadikan sebagai pengganti rumput karena kandungan gizi yang dimiliki hampir sama. Pastikan mencacah daun sawit terlebih dahulu sebelum memberikan ke sapi untuk mempermudah pencernaan dan untuk menghindari sapi tersedak.
Stres pada Sapi
Hindari lokasi yang dekat dengan area berisik atau tempat yang terlalu ramai seperti pabrik. Hal itu bertujuan untuk mencegah sapi mengalami stres. Sres pada sapi akan sangat berdampak buruk, seperti penurunan berat badan dan pertumbuhan terhambat. Berikut adalah beberapa hal yang memicu stres pada sapi:
1. Tali Terlalu Kencang
Tali kekang yang terlalu kencang sangat menggangu pergerakan sapi serta menimbulkan rasa sakit pada hidung sapi. Hal itu bisa menyebabkan berkurangnya napsu makan pada sapi yang akan menghambat pertumbuhan.
2. Gangguan pada Mental Sapi
Ciri dari sapi yang memiliki gangguan mental adalah terlihat tidak nyaman saat disatukan dengan sapi lain. Sapi akan mengurus karena napsu makan berkurang bahkan tidak ada sama sekali. Ciri lainnya adalah kondisi bulu yang lembab saat diraba. Peternak yang sudah berpengalaman meyakini bahwa sapi dengan kondisi seperti ini adalah sapi dari anakan pejantan muda.
3. Kualitas dan Rasa Pakan Kurang Sesuai
Salah satu jenis pakan yang kurang disukai sapi adalah rumput legume. Jika sapi mengonsumsi rumput legume lebih dari 40%, maka sapi akan mengalami kembung. Konsentrat yang sudah kadaluarsa dan kualitas rendah juga tidak disukai sapi dan hewan ternak lainnya. Untuk menghindari sapi stres karena pakan, pilihlah pakan yang kualitas dan rasanya sudah terjamin.
4. Kandang Tidak Nyaman
Kandang yang tidak nyaman ditandai oleh banyaknya lalat, banyak nyamuk, serta kelembaban berlebih. Lokasi yang terlalu ramai dan bising juga memicu stres pada sapi, loh. Akhibatnya sapi akan lebih banyak berdiam diri, mata menjadi sayu, dan respon yang rendah terhadap keadaan sekitar. Contohnya, sapi akan tetap diam bahkan jika didekati manusia.
Normalnya, sapi akan memberikan respon ketika didekati manusia. Saat diberikan pakan, sapi yang sehat akan memberikan respon dan menjadi lebih aktif.
5. Perkelahian dan Persaingan
Perkelahian dan persaingan pada sapi besar kemungkinan terjadi karena penempatan dalam satu kandang yang sama. Akibatnya, terjadi persaingan dalam mendapatkan pakan dan tempat. Solusi dari masalah ini adalah dengan dibuatnya kandang yang terdapat pemisah antara sapi satu dengan sapi lainnya.
6. Perubahan Lingkungan
Perubahan lingkungan secara tiba-tiba juga menjadi salah satu penyebab stres pada sapi. Solusinya adalah dengan menyediakan lingkungan kandang yang nyaman, pakan yang berkualitas serta penuhi juga nutrisinya. Sapi yang stres kualitas dagingya akan menjadi rendah. Daging yang dihasilkan oleh sapi stres cenderung alot dan keras.
Manfaat Bisnis Peternakan Sapi
Sapi mampu memberikan banyak manfaat bagi makhluk hidup lain. Daging dan susu dapat dikonsumsi oleh manusia, kulit dapat dijadikan kendang. Bahkan kotoran dari sapi bisa bermanfaat bagi tumbuhan. Berikut adalah 3 manfaat bisnis peternakan sapi:
1. Sumber Pangan
Produk utama yang dihasilkan oleh sapi adalah daging dan susu. Kedua bahan pangan tersebut merupakan kebutuhan manusia yang mengandung protein yang diperlukan tubuh.
Daging yang dihasilkan juga beragam sesuai dengan jenisnya dan memiliki kelebihannya masing-masing. Produk dari olahan daging antara lain steak, daging slice, sate, kornet, sosis, dan masih banyak lagi.
Susu sapi juga tak kalah bermanfaat loh, nutrisi yang ada pada susu adalah kalsium, protein, fosfor, serat, vitamin A, vitamin B, dan vitamin D. Produk olahan susu antara lain yoghurt, keju, dan mentega.
2. Penghasil Material Pakaian
Tak hanya daging dan susu saja yang dapat dimanfaatkan, kulit dan bulu sapi juga dapat dijadikan produk. Banyak sekali produk yang dihasilkan dari kulit dan bulu sapi, conhnya adalah dompet, jaket, dan ikat pinggang. Kulit dan bulu sapi juga dapat diproduksi menjadi karpet mewah dengan harga yang fantastis.
3. Penghasil Pupuk Organik
Bukan hanya daging, susu, bulu, dan kulit sapi saja yang dapat dimanfaatkan tapi kotorannya juga loh. Kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan.
Pembuatan Pupuk Kompos Sebagai Bagian dari Bisnis Peternakan Sapi
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan bisnis peternakan sapi adalah pengolahan kontoran sapi. Jika bisa mengolahnya, kotoran sapi juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Misalnya adalah dengan membuatnya menjadi pupuk kompos, Berikut adalah cara pembuatan pupuk kompos dari kotoran sapi dan manfaatnya:
1. Cara Pembuatan Kompos
-
Alat dan Bahan:
- Kotoran sapi yang telah tercampur dengan urine
- Sekam
- Bubuk kapur
- Saringan dan sekop
- Timbangan
- Karung Plastik
-
Proses Pembuatan
- Pengambilan kompos, kotoran sapi yang sudah banyak kemudian dikumpulkan menjadi satu untuk diolah menjadi pupuk kompos.
- Pembuatan kompos curah, kotoran diangin-anginkan kurang lebih 2 bulan di tempat yang teduh. Kemudian kotoran diayak dan dihancurkan dan dikemas dalam karung plastik.
- Pembuatan kompos blok, kotoran yang diperlukam harus dalam keadaan basah atau kotoran baru kemudian di pres menggunakan alat pres batako.
2. Manfaat Pupuk Kompos
Manfaat dari pupuk kompos adalah untuk memperbaiki struktur tanah, menambah daya ikat tanah terhadap unsur hara dan air, menurunkan aktivitas mikro organisme yang dapat merugikan kehidupan tanah. Pupuk kompos juga berfungsi sebagai makanan untuk mikroba dan menurunkan aktivitas mikro organisme yang nmenghambat pertumbuhan tanaman.
Jenis-Jenis Sapi untuk Bisnis Peternakan Sapi
Sebelum memulai bisnis peternakan sapi, anda harus mengetahui jenis sapi yang akan anda ternakan. Anda harus mengetahui karakteristik sapi, produk yang dihasilkan sapi serta ketahanan sapi.Berikut adalah jenis-jenis sapi yang dapat anda pilih untuk peternakan anda:
1. Sapi Brahman
Sapi yang berasal dari negara india ini memiliki presentase karkas yang mencapai 45%. Ciri-ciri dari Sapi Brahman adalah kulit longgar, punuk besar, warna bulu putih keabuan serta tanduknya yang kecil.
2. Sapi Simental
Jenis sapi yang satu ini berasal dari negara Swiss dan merupakan sapi pedaging. Berat dari Sapi Simental bisa mencapai 1 ton lebih. Sapi Simental sangat cocok dipelihara di iklim yang sedang.
3. Sapi Limosin
Sapi yang satu ini berasal dari negara Prancis. Badannya yang besar dan otot yang menonjol menjadi ciri khas dari sapi ini. Daging dari Sapi Limosin dinilai lebih enak dan berkualitas jika dibandingkan dengan jenis sapi lain.
4. Sapi Ongole
Berasal dari India dan memiliki ciri khas pada bulunnya yang bewarna putih keabuan serta punuknya besar. Berat Sapi Ongole bisa mencapai 600kg bahkan lebih.