Landing page menjadi bagian penting dalam pemasaran digital karena membantu bisnis menawarkan produk atau layanan secara lebih terarah. Sayangnya, kesalahan landing page masih sering terjadi dan dapat membuat pengunjung meninggalkan halaman tanpa melakukan tindakan. Karena itu, pemilik bisnis perlu memahami kesalahan yang umum terjadi agar landing page dapat bekerja dengan baik.
Tampilan yang menarik memang penting, tetapi bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Landing page juga harus memiliki pesan yang jelas, susunan informasi yang rapi, serta tombol tindakan yang mudah ditemukan. Dengan perencanaan yang baik, pengunjung akan lebih mudah memahami penawaran yang tersedia.
Headline Tidak Jelas
Headline menjadi bagian awal yang dibaca pengunjung ketika membuka halaman. Jika kalimatnya terlalu umum, pengunjung bisa kesulitan memahami tujuan landing page. Sebaiknya, gunakan headline singkat yang langsung menjelaskan produk, layanan, atau manfaat yang ditawarkan.
Selain itu, gunakan subheadline untuk memberikan penjelasan tambahan. Pilih kata yang sederhana dan mudah dipahami oleh target audiens. Hindari istilah yang terlalu rumit karena dapat membuat pesan utama menjadi kurang jelas.
CTA Kurang Menarik
Tombol ajakan pada landing page perlu memberi petunjuk yang jelas tentang langkah berikutnya. Jika teks pada tombol terlalu singkat atau tidak menjelaskan tujuannya, calon pelanggan bisa merasa kurang yakin untuk melanjutkan. Kondisi tersebut dapat membuat pengunjung ragu untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Karena itu, gunakan CTA yang menjelaskan tindakan secara langsung. Gunakan teks tombol seperti “Tanya Layanan”, “Lihat Paket”, atau “Mulai Konsultasi” sesuai dengan tindakan yang ingin dilakukan pengunjung. Letakkan tombol pada posisi yang mudah terlihat agar pengunjung tidak perlu mencarinya.
Informasi Terlalu Banyak
Informasi yang lengkap memang dapat membantu pengunjung mengambil keputusan. Akan tetapi, halaman dengan terlalu banyak tulisan dapat membuat pengunjung kehilangan fokus. Pilih informasi yang paling penting dan hubungkan setiap bagian dengan tujuan landing page.
Kemudian, gunakan paragraf pendek agar konten lebih mudah dibaca. Daftar poin juga dapat membantu menjelaskan manfaat atau fitur secara ringkas. Dengan cara ini, pengunjung dapat menemukan informasi penting tanpa membaca seluruh halaman.
Tidak Ramah Pengguna Mobile
Sebagian besar pengguna internet mengakses berbagai halaman melalui perangkat mobile. Oleh sebab itu, landing page harus tetap nyaman ketika dibuka melalui smartphone. Ukuran teks, gambar, tombol, dan jarak antarbagian perlu menyesuaikan ukuran layar.
Di sisi lain, kecepatan halaman juga tidak boleh diabaikan. Gambar yang terlalu besar atau elemen yang tidak diperlukan dapat membuat halaman lebih lambat. Akibatnya, pengunjung mungkin memilih keluar sebelum melihat penawaran.
Tidak Ada Bukti Kepercayaan
Pengunjung biasanya membutuhkan alasan untuk percaya sebelum menggunakan produk atau layanan. Testimoni, ulasan, portofolio, dan informasi pendukung dapat membantu meningkatkan rasa percaya tersebut. Elemen ini juga dapat menunjukkan pengalaman bisnis kepada calon pelanggan.
Namun, pilih bukti yang benar-benar relevan dengan penawaran. Hindari memasukkan terlalu banyak testimoni atau informasi yang tidak berkaitan. Penyajian yang sederhana akan membuat landing page tetap fokus pada tujuan utama.
Tidak Melakukan Evaluasi
Landing page tidak selalu langsung menghasilkan hasil terbaik sejak pertama kali dibuat. Oleh karena itu, pemilik bisnis perlu melakukan evaluasi secara berkala. Perhatikan jumlah pengunjung, klik CTA, waktu kunjungan, dan tindakan yang dilakukan pengguna.
Selanjutnya, lakukan perubahan pada bagian yang masih kurang efektif. Misalnya, bisnis dapat menguji headline, posisi CTA, gambar, atau susunan informasi. Proses evaluasi membantu menemukan bagian yang perlu diperbaiki berdasarkan data.
Kesimpulan
Menghindari kesalahan landing page dapat membantu bisnis membuat halaman yang lebih jelas dan mudah digunakan. Headline, CTA, isi konten, tampilan mobile, bukti kepercayaan, serta kecepatan halaman perlu diperhatikan sejak awal agar landing page mampu mendukung tujuan pemasaran.
Dengan evaluasi yang rutin, bisnis juga dapat mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki. Jika membutuhkan landing page yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan target pelanggan, jasa pembuatan landing page dapat membantu menyiapkan halaman yang lebih terarah dan profesional.

Putri Aulia Rahman merupakan Taruni kelas XII TJKT 3 di SMK Negeri 1 Mundu dengan jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). Ia memiliki kemampuan mengedit video dan foto, menggunakan Microsoft Excel, serta merakit kabel jaringan seperti UTP, fiber optic (FO), dan coaxial serta memiliki prestasi dalam mengikuti lomba Marching Band