• Home
  • Cara Mengolah Buah Sawit Menjadi Minyak Goreng
cara mengolah buah sawit menjadi minyak goreng

Cara Mengolah Buah Sawit Menjadi Minyak Goreng

Cara mengolah buah kelapa sawit menjadi minyak goreng dengan kemasan menrik yang tersedia di berbagai supermarket. Ada beberapa proses yang dilewati sebelum dapat mengonsumsi minyak goreng kelapa sawit.

Produksi minyak kelapa sawit dari benih kelapa sawit dengan masa produktif antara 25 sampai 30 tahun. Kelapa sawit jenis topaz memiliki keunggulan yaitu produktivitas yang tinggi dan lebih tahan terhadap hama dibandingkan dengan kelapa sawit lainnya.

Baca Juga: Cara Membuat Minyak Goreng dari Kelapa Sawit Untuk Bisnismu!

 

Jenis Minyak Goreng

Minyak goreng merupakan lemak yang dimurnikan dengan bentuk cair yang biasanya untuk menggoreng makanan atau bahan – bahan dapur lainnya. Terbagi menjadi 2 yaitu minyak goreng nabati yang berasal dari tanaman dan juga minyak goreng hewani yang berasal dari lemak hewan.

Minyak nabati yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah yang berasal dari kelapa sawit. Karena Indonesia merupakan negara dengan penghasil kelapa sawit terbesar.

Memiliki keungulan daripada minyak jenis lainnya yaitu tidak mengandung asam lemak, vitamin A, antioksidan tokoferol dan tocotrienol, dan Vitamin E yang berguana untuk kesehatan manusia.

 

Cara Mengolah Buah Sawit Menjadi Minyak Goreng

Buah kelapa sawit dikenal dengan sebutan Tandan Buah Segar (TBS) lalu dipanen dan diangkut ke pabrik. Kemudian masuk ke tahap sterilisasi menggunakan tekanan uap tinggi. Proses ini agar TBS lepas dari tandan.

Setelh itu TBS diolah menjadi 2 produk utama yaitu Minyak Sawit Mentah atau biasa disebut dengan CPO. Yang kedua adalah Minyak Inti Sawit atau biasa disebut PKO berasal dari biji sawit.

CPO menjadi prioritas utamaa oleh pabrik dalam proses minyak mentah. Dging buah dimasukkan ke dalam mesin press lalu di tekan atau dipress untuk mengeluarkan minyak dari daging buah. Lalu minyak yang dihasilkan disimpan ke dalam kontainer.

Didalam kontainer minyak disaring kembali atau biasa disebut dengan proses pemurnian. Tujuan dari pemurnian adalah menghilangkan sisa – sisa kotoran dri proses pengepresan yang tercampur dengan minyak sawit.

CPO yang telah jernih dikirimkan ke pabrik pengolahan untuk diolah lagi menjadi produk turunn seperti minyak goreng, margarin, dan lainnya. Untuk membuat minyak goreng sawit, CPO harua melalui proses pemurnian lagi.

Minyak sawit dimasukkan ke dalam mesin vacuum dryer untuk membuang kandungan air yang ada di dalam minyak. Minyak telah dianggap sebagai minyak murni dan siap masuk ke tahap pengemaasan.

Pada umumnya proses penyulingan minyak dilakukan 2 sampai 3 kali untuk menghasilkan minyak yang tidak memiliki kadar air didalamnya

Proses Penyulingan Minyak Kelapa Sawit

CPO diangkut ke pabrik kilang minyak untuk proses pembuatan ke tahap selanjutnya. Pengangkutan ini menggunakan truk atau kendaraan khusus untuk membawa CPO.

Pada tahap selanjutnya CPO yang telah sampai ke pabrik pengolahan dimasukkan ke dalam tanggi dan dipisahkan sesuai dengan kualitas CPO nya. Kualitas CPO ditentukan berdasar 3 faktor.

3 faktor yang menentukan antara lain asam lemak bebas, kelembaban dan ketidak murnian CPO, dan Penurunan indeks pemucatan. Kualitas dari CPO inilah yang akan menentukan akankah diolah menjadi produk turunan seperti apa.

Apakah sebagai makanan seperti minyak goreng dan margarin. Apakah juga sebagai bahan bakar atau biodiesel. Selanjutnya dari truk CPO dipompa masuk menggunakan saluran pipa ke dalam tangki penyimpanan.

Didalam tangki penyimpanan akan ada pengecekan lagi kualitas dari CPO apakah sudah benar – benar sesuai. Selanjutnya masuk kedalam proses degumming dengan cara menambahkan fosfat agar getah dan kotoran dalam minyak menggumpal sehingga mempermudah proses pemisahan.

Selanjutnya masuk ke dalam proses bleaching tujuannya untuk mengikat pigmen warna dalam minyak. Lalu minyak melalui proses filtrasi dengan tujuan menghilangkan bahan pemucat yang tercampur sehingga mendapatkan minyak kelapa sawit yang telah dipucatkan.

Minyak masuk ke dalam proses deodorisation untuk menghilangkan bau dan asam lemak yang ada. Dipanaskan dengan suhu 265 derajat celcius. Selanjutnya minyak ke tahap fractionation atau pendinginan minyak.

Pada proses ini sebagian minyak akan membentuk pristal dan padat yang kemudian dipasarkan menjadi margarin. Sebagian lagi tetap cair yang nantinya akan dipasarkan sebagai produk minyak goreng.

Selanjutnya minyak goreng dan margarin masuk dalam pengemasan skala besar yang nanti nya akan di distribusikan ke dalam pabrik pengemasan untuk di proses menjadi kemasan yang lebih kecil seperti yang kita jumpai di pasaran.

Baca Juga: Cara Pembuatan Abon Ayam Buat Stok Lauk Dirumah